KENALI SI PURA-PURA MENDENGAR

KENALI SI PURA-PURA MENDENGAR

Mendengarkan adalah salah satu keterampilan penting yang diperlukan dalam berkomunikasi. Dengan mendengarkan, kita mendapatkan pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterima kemudian diolah kembali untuk menjadi sebuah respon balik dari pesan yang diterima.

Sayangnya ketika mendengarkan, tidak semua orang benar-benar mendengarkan. ada yang mendengarkan namun tidak sepenuhnya mendengarkan. Mendengarkan namun bukan dengah tujuajn memahami. Mendengarkan untuk tujuan bisa membalas dan menang dalam percakapan.

Menurut Julia T Wood, ada beberapa jenis mendengar yang tidak benar-nbenar mendengarkan. Jenis mendengarkan seperti ini berdampak pada komunikasi yang tidak efektif. Pesan yang kita sampaikan tidak diterima. Pun jika diterima, maka pesannya bisa berubah karena proses mendengarkannya yang tidak seksama. Apa saja mendengar yang tidak mendengar tersebut:

  1. Pseudolistening
  2. Monopoli Pembicaraan
  3. Selective Listening
  4. Defensive Listening
  5. Ambushing Listening
  6. Literal Listening

Mari kita bahas satu persatu,

Pseudolistening

Pseudolistening artinya berpura-pura mendengarkan orang lain ketika berbicara. Ini dilakukan orang ketika merasa tidak tertarik dan tidak paham dengan isi pembicaraan. Ini biasanya dilakukan orang ketika tidak ingin melukai perasaan kawan bicara.

Monopoli pembicaraan

Monopoli pembicaraan dilakukan oleh orang yang biasanya aktif berbicara daripada aktif mendengar. Biasanya yang dilakukan si tukang monopoli pembicaaran adalah dengan mengubah arah percakapan, atau menginterupsi dan mengubah topik pembicaraan.

Selecvtive listening

Selective listening yaitu orang yang senantiasa memilih fokus pada beberapa bagian dari percakapan. Proses memilih apa yang mau didengarkan terjadi ketika seseorang berhaedapan dengan infoermasi yang ingin di hindari, Misalnya para perokok senantiasa menghindar dari percakapan seputar menjaga kesehatran dan hidup sehat

Defensive Listening

Defensive listening adalah kita mendengarkan orang lain dengan asumsi bahwa orang lain tidak menyukai kita. Respon yang terjadi biasanya kita akan menjawab dengan sikap membela diri. dalam hal ini bisa jadi apa yang diasumsikan adalah salah total; belum pasti apakah orang tersebut benar-benar tidak menyukai kita.

Ambushing Listening

Ambushing listening adalah proses mendengarkan dengan sekasama , tetapi bertujuan untuk menyerang kawan bicara. orang ini mendengar bukan untuk memahami, namun mendengar dengan tujuan mengalahkan. bisa langsung menjawab balik dengan sebuah serangan.

Literal Listening

Literal listening yaitu mendengarkan dengan hanya fokus pada isinya saja, tanpa memerhatikan hubungan maupuin kondisi kawan bicara. Ketika berbicara, pesan tidak hanya tersampaikan melalui suara yang kita dengar, namun juga terkirim melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Mereka yang menggunakan literal listening hanya mendengarapa yang terucap tanpa memperhatikan pesan-pesan yang tidak terucap.

Lalu apa yang perlu kita lakukan saat berhadapan dengan si pura-pura mendengar ini ?

Pertama, ubah cara anda bicara. Buat lebih menarik dan atraktif. Gunakan nada, volume suara yang variatif

Kedua, bicaralah menggunakan tangan anda. Gerakkan tangan saat bicara. berikan penekanan pada hal yang anda anggap penting

Ketiga, Sentuh kawan bicara sambil. Berikan tanda bahwa anda ingin dia memperhatikan

Keempat, cek perhatian dan pemahaman kawan bicara dengan bertanya

“Apakah kamu paham apa yang saya katakan?”

“Apa suara saya jelas terdengar…”

Kelima, sudahi percakapan jika kawan bicara tetap tidak merespon dnegan baik. bisa jadi itu terjadi karena ada hal lain yang butuh dilakukannya

Semoga tips ini bermanfaat

Salam,