CARA EFEKTF MEMUJI ANAK

CARA EFEKTF MEMUJI ANAK

Setiap orang tua pasti senang memberikan apresiasi pujian atas pencapaian yang diperoleh anaknya. Namun, sadarkah Anda bahwa ada jenis pujian yang itu jika diberikan kepada anak, bukannya kemudian membuat anak menjadi lebih positif, tapi bisa justru mencelakakan anak. Memberikan pujian secara tepat adalah salah satu hal yang penting untuk diketahui oleh orang tua.

Apa yang sebaiknya DILAKUKAN saat memuji anak ?

1. Memuji Prosesnya

Saat memberikan pujian, jangan terfokus pada orangnya. Hindari memberikan pujian yang langsung ditujukan pada anak, misalnya

“Kamu sangat hebat bisa menyelesaikan soal matematika ini”
“Kamu anak cerdas…”
“Kamu mewarisi kepintaran mama…”

Pujian seperti ini memiliki resiko menjadikan anak memiliki Fixed Mindset. Merasa dirinya hebat. Meyakini bahwa pencapaian yang diperolehnya disebabkan karena dirinya yang hebat, bukan karena usahanya.

2. Memuji Sebagai Feedback

Jangan berikan pujian sebagai hadiah. Membiasakan anak mendapatkan pujian sebagai reward dari usahanya bisa  menjadikannya ketergantungan. Anak bisa mengalami salah orientasi terhadap usaha. Suatu ketika saat orang tua lupa memberikan pujian pada usahanya. Anak akan kecewa berat dan berhenti berusaha.

3. Memuji Kemampuan Diri

Hal buruk yang tak sadar juga dilakukan orangtua adalah memberikan pujian dengan cara membandingkan anak dengan orang lain. Misalnya dengan mengatakan

“Kamu memang anak pintar, tidak seperti kakakmu”
“Kamu hebat, bisa mengalahkan Elena.”
“Kamu itu anak spesial, tidak sama seperti…”

Memuji dengan membandingkan akan membuat anak memiliki konsep diri yang buruk. Anak akan tumbuh dengan pola pikir senantiasa membandingkan dirinya dengan orang lain. Saat dia merasa lebih baik dibandingkan yang lain, akan muncul sikap sombong, angkuh dan egois.

Namun jika kemudian anak mendapati bahwa dirinya tidak lebih baik dibandingkan orang lain, anak akan merasa bahwa dirinya tidak diterima, tidak layak, dan membuatnya tidak termotivasi.

4. Memuji dengan Harapan Beralasan

Hindari memberikan pujian dengan harapan yang terlalu rendah seperti memberikan pujian pada hal-hal yang sebenarnya mudah dilakukan anak

“Hebat ! Akhirnya kamu bisa membuat sebuah puisi”
“Cerdas ! soal-soal itu bisa kamu kerjakan”

Atau memberikan pujian dengan harapan yang terlalu tinggi seperti

“Hebat ! Ini adalah puisi terbaik yang pernah ada”
“Cerdas ! kamu mengerjakan soalnya seperti seorang Einstein”

5. Memuji untuk Menguatkan

Tak jarang pujian diberikan sebagai bentuk evaluasi. Misalnya dengan berkata

“Ayah suka !

“Bagus !”

Pujian seperti ini kuranglah tepat dikarenakan tidak memberikan pesan yang jelas pada anak. Sebaiknya gunakan kalimat seperti

“Ayah suka dengan cara kamu menyelesaikan tantangan ini”

“Bagus, bunda senang kamarmu terlihat bersih dan rapi”

Semoga dengan mengetahui apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat memuji anak, Orang tua akan lebih mudah terhindar dari dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh pujian yang buruk.

Salam,

Ronal Hutagalung
Trainer, Coach & Books Writer

Cara Mudah Melatih Skill Baru

Cara Mudah Melatih Skill Baru

Pernahkah Anda ingin menguasai sebuah keterampilan baru ?

Misalnya bermain gitar, mengendarai mobil, berenang, main tenis, menguasai bahasa asing, menguasai program komputer baru, atau mungkin menulis buku.

Menurut Malcolm Gladwel dalam bukunya Outliar butuh 10.000 jam untuk menguasai sesuatu dan menjadi ahli dibidangnya. misalnya Anda ingin memiliki skill bermain basket seperti Michael Jordan, menjadi pembalap hebat seperti Valetino Rossi.

Namun jika Anda ingin menguasai skill baru seperti bisa bermain basket untuk berolahraga, bermain gitar untuk dapat menghibur teman, Josh Kaufman dalam bukunya “The First 20 Hours” menyebutkan bahwa keterampilan baru tersebut bisa dikuasai dengan cepat. menurut hipotesisnya hanya di butuhkan waktu 20 jam untuk bisa menguasainya.

Ada 4 langkah yang bisa kita gunakan untuk dapat secara cepat menguasai sebuah skill baru :

Langkah pertama adalah Anda harus memutuskan terlebih dahulu skill apa yang ingin Anda kuasai. Temukan alasan kuat kenapa Anda ingin menguasai skill tersebut. Anda akan menggunakan skill itu kapan saja dan dalam keperluan seperti apa. Tentukan juga sedalam apa Anda ingin menguasai skill tersebut

Langkah kedua, pelajari konsep dasar teori dari skill yang ingin Anda kuasai. Setiap skill memiliki urut-urutan dalam melakukannya. Pelajari urutan tersebut dan kemudian pecah menjadi sub-sub skill yang lebih sederhana. Temukan dari sekian sub-sub skill tersebut elemen latihan mana yang paling penting.  elemen paling penting inilah yang harus Anda latih dengan intens. Dengan menguasai teorinya maka Anda juga dapat melakukan koreksi sendiri terhaddap latihan mandiri yang Anda lakukan

Langkah ketiga, Singkirkan hambatan latihan. Hambatan latihan bisa berupa hambatan mental seperti pikiran bahwa belajar sesuatu yang baru itu sulit. Merasa terlalu tua untuk menguasainya. Hambatan juga bisa berupa ketidaktersediaan alat berlatih maupun dibutuhkan effort ekstra untuk bisa mendapatkannya. Saat Anda ingin membaca buku maka akan lebih mudah ketika buku yang ingin Anda baca ada didekat Anda dibandingkan jika harus berdiri dan berjalan ke ruangan sebelah untuk mendapatkannya.

Langkah keempat adalah melatih elemen terpenting paling tidak dua puluh jam. Saat Anda telah memutuskan element mana yang terpenting untuk dikuasai dari sebuah skill baru. langkah selanjutnya adalah membuat plan untuk melatihnya selama minimal 20 jam. Bagian ini bisa menjadi hal yang paling menantang untuk Anda lakukan karena membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi.

Saya sarankan Anda membuat plan latihan harian. Misalnya total 20 jam Anda pecah menjadi latihan 20 menit, 40 menit atau 60 menit perhari. Jika Anda memilih melakukannya 20 menit perhari maka dalam waktu 60 hari atau 2 bulan. Jika Anda berlatih 40 menit perhari maka Anda sudah bisa menguasainya dalam waktu satu bulan. Anda tentukan sendiri Anda ingin menguasai skill tersebut seberapa cepat.

Menguasai skill baru bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Setiap manusia terlahir dengan kemampuan belajar yang sangat hebat disepanjang hidupnya. Tidak ada yang salah dan berubah dengan kemampuan kita belajar, yang harus kita terus jaga dan perbaiki adalah kemauan kita untuk terus belajar.