APA ITU COACHING ?

APA ITU COACHING ?

 

Coaching pada awal mulanya merupakan istilah yang digunakan di dunia olahraga. berasal dari kata coach yang makna katanya adalah kereta. Kereta sebagai alat transportasi  digunakan untuk memindahkan barang atau seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Prinsip coachingpun demikian. Merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk membantu seseorang berpindah dari Kondisi Sekarang (KS) menuju ke Kondisi yang Diinginkannya (KD)

Dalam diri setiap orang terdapat potensi. Sayangnya tidak semua orang menyadari potensi yang ada dalam dirinya. Sebagaimana tidak semua orang tahu bahwa mereka tahu, hingga kemudian ada orang lain yang membantunya dengan mengajukan pertanyaan dan membuatnya terpancing untuk menemukan jawaban dari dalam diri sendiri. Orang yang bertanya inilah yang disebut sebagai coach. Ia membantu melihat blind spot, titik buta yang tidak bisa kita lihat padahal masih ada dalam jangkauan pandangan kita.

Orang yang dibantu oleh seorang coach disebut coachee. Dalam proses coaching, hubungan antara coach dan coachee adalah kemitraan. Dalam proses sebuah coaching, seorang coach posisinya tidak lebih tinggi dibandingkan dengan coachee, demikian pula coachee tidaklah lebih tinggi posisinya dari coach. Antara coach dan coachee derajatnya setara, sehingga yang terjadi selama coaching adalah percakapan antara mitra. Coach berbicara dengan coachee untuk membantunya dalam mengatasi masalah yang dihadapinya atau menemukan cara dalam mencapai tujuan.

Tugas seorang coach adalah secara kreatif  memprovokasi pikiran coachee menggunakan pertanyaan-pertanyaan. pertanyaan yang mampu menghadirkan kesadaran dalam diri coachee untuk menggali jawaban dari dalam dirinya. Dalam melakukan coaching, coach tidak diperbolehkan mengajar, mengarahkan, maupun memberi tahu coachee solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Ibaratnya, seorang coach tidak memberikan ikan pada coachee namun memberikan coachee kail agar dapat menemukan ikannya sendiri.

Sebelum melakukan coaching, antara coach dan coachee terlebih dahulu membuat kesepakatan tentang apa yang menjadi goal dari sesi coaching ini. tentu saja sang coacheelah yang kemudian menentukan apa goal tersebut. Dari goal yang telah ditentukan, coach membantu coachee menggali potensi dalam dirinya atau mengembangkan performanya dalam mencapai tujuan.

Jadi coaching merupakan proses kreatif dalam memprovokasi pikiran sehingga terinspirasi memberdayakan potensi yang ada serta mengembangkan performa terbaik dalam mencapai tujuan. Dalam memberikan coaching, seorang coach merancang dan memberikan pertanyaan kreatif pada coachee sehingga coachee dapat menggali jawaban dari dalam dirinya.

Cara Mudah Melatih Skill Baru

Cara Mudah Melatih Skill Baru

Pernahkah Anda ingin menguasai sebuah keterampilan baru ?

Misalnya bermain gitar, mengendarai mobil, berenang, main tenis, menguasai bahasa asing, menguasai program komputer baru, atau mungkin menulis buku.

Menurut Malcolm Gladwel dalam bukunya Outliar butuh 10.000 jam untuk menguasai sesuatu dan menjadi ahli dibidangnya. misalnya Anda ingin memiliki skill bermain basket seperti Michael Jordan, menjadi pembalap hebat seperti Valetino Rossi.

Namun jika Anda ingin menguasai skill baru seperti bisa bermain basket untuk berolahraga, bermain gitar untuk dapat menghibur teman, Josh Kaufman dalam bukunya “The First 20 Hours” menyebutkan bahwa keterampilan baru tersebut bisa dikuasai dengan cepat. menurut hipotesisnya hanya di butuhkan waktu 20 jam untuk bisa menguasainya.

Ada 4 langkah yang bisa kita gunakan untuk dapat secara cepat menguasai sebuah skill baru :

Langkah pertama adalah Anda harus memutuskan terlebih dahulu skill apa yang ingin Anda kuasai. Temukan alasan kuat kenapa Anda ingin menguasai skill tersebut. Anda akan menggunakan skill itu kapan saja dan dalam keperluan seperti apa. Tentukan juga sedalam apa Anda ingin menguasai skill tersebut

Langkah kedua, pelajari konsep dasar teori dari skill yang ingin Anda kuasai. Setiap skill memiliki urut-urutan dalam melakukannya. Pelajari urutan tersebut dan kemudian pecah menjadi sub-sub skill yang lebih sederhana. Temukan dari sekian sub-sub skill tersebut elemen latihan mana yang paling penting.  elemen paling penting inilah yang harus Anda latih dengan intens. Dengan menguasai teorinya maka Anda juga dapat melakukan koreksi sendiri terhaddap latihan mandiri yang Anda lakukan

Langkah ketiga, Singkirkan hambatan latihan. Hambatan latihan bisa berupa hambatan mental seperti pikiran bahwa belajar sesuatu yang baru itu sulit. Merasa terlalu tua untuk menguasainya. Hambatan juga bisa berupa ketidaktersediaan alat berlatih maupun dibutuhkan effort ekstra untuk bisa mendapatkannya. Saat Anda ingin membaca buku maka akan lebih mudah ketika buku yang ingin Anda baca ada didekat Anda dibandingkan jika harus berdiri dan berjalan ke ruangan sebelah untuk mendapatkannya.

Langkah keempat adalah melatih elemen terpenting paling tidak dua puluh jam. Saat Anda telah memutuskan element mana yang terpenting untuk dikuasai dari sebuah skill baru. langkah selanjutnya adalah membuat plan untuk melatihnya selama minimal 20 jam. Bagian ini bisa menjadi hal yang paling menantang untuk Anda lakukan karena membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi.

Saya sarankan Anda membuat plan latihan harian. Misalnya total 20 jam Anda pecah menjadi latihan 20 menit, 40 menit atau 60 menit perhari. Jika Anda memilih melakukannya 20 menit perhari maka dalam waktu 60 hari atau 2 bulan. Jika Anda berlatih 40 menit perhari maka Anda sudah bisa menguasainya dalam waktu satu bulan. Anda tentukan sendiri Anda ingin menguasai skill tersebut seberapa cepat.

Menguasai skill baru bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Setiap manusia terlahir dengan kemampuan belajar yang sangat hebat disepanjang hidupnya. Tidak ada yang salah dan berubah dengan kemampuan kita belajar, yang harus kita terus jaga dan perbaiki adalah kemauan kita untuk terus belajar.