Keyakinan Anak Juara

Keyakinan Anak Juara

Ada perbedaan besar antara keyakinan yang dimiliki oleh anak-anak berprestasi dengan anak-anak yang kurang berprestasi. Keyakinan ini ibarat pondasi yang akan menentukan seberapa tinggi bangunan yang dapat ditopang olehnya.

Anak-anak dengan keyakinan diri yang kokoh akan mampu mendorong dirinya dalam mengoptimalkan setiap potensi diri yang dimiliki. Memikirkan cara terbaik dalam bertindak. Melakukan sepenuh hati setiap strategi yang dibuat. Dan terus berkomitmen untuk take action. Saat gagal, mereka tidak menyerah. Mereka melihat gagal sebagai sebuah proses belajar.

Anak-anak dengan keyakinan diri yang rendah memilih berpikir dari sisi negatif. Melihat segala sesuatu sebagai hal yang sulit dan berat dilakukan. Saat bertindak, mereka melakukannya setengah hati. Hasilnya pun bisa ditebak tidak akan maksimal. Saat gagal, mereka menjadikannya sebagai pembenaran bahwa sukses bukanlah hal yang pantas untuk mereka.

Ada beberapa keyakinan utama yang dimiliki anak juara. Keyakinan inilah yang kemudian menjadi pondasi dari setiap pikiran dan tindakan yang mereka ambil. Keyakinan tersebut yaitu :

  1. Setiap anak memiliki neurologi yang sama. Jika sesuatu mungkin bagi orang lain, maka itu juga mungkin untuknya. Ini hanyalah masalah strategi.
  2. Jika saya tidak bisa, maka SAYA HARUS bisa.
  3. BATASAN sesuatu ada pada pikiran.
  4. Tidak ada gagal, hanya kesempatan belajar.
  5. Belajar itu mudah, asyik dan menarik.
  6. Untuk sesuatu yang berubah, sayalah yang harus berubah terlebih dahulu.
  7. Masa lalu tidaklah sama dengan masa depan, masa depan tergantung pada pilihan yang diciptakan dimasa sekarang.

Mari bangun keyakinan juara dalam diri anak-anak
agar mereka kelak menjadi pribadi sukses yang senantiasa menjadi juara di kehidupannya

 

Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *